Home
PT. JIAEC
Kantor Pusat  JAKARTA
Ruko Tanjung Mas Raya
Jl. Merpati Mas Blok B-1 No.25
Tanjung Barat – Jakarta Selatan 12530

Telp. : (62-21) 78835566 - 7883 5577
Fax : (62-21) 7883 5588
Email : dokjkt@jkt.jiaec.co.id


PT.JIAEC
Kantor Perwakilan YOGYAKARTA
Jl. Kaliurang  Km 12 Yogyakarta
email : yogya@yog.jiaec.co.id


PENGUMUMAN
 
 
SELEKSI REGULER 4 AGUSTUS 2014 DI PINDAH MENJADI 1 SEPTEMBER  2014


Motto : We Build Our Future



PT. JIAEC
Kantor Perwakilan SURABAYA
Perum Chris Kencana
Jl. Kencanasari Timur VIII  Blok J7
Surabaya  60225
Telp. / Fax : (62-21) 568 0282
Email : jiaec.surabaya@sby.jiaec.co.id

 



Thursday, 23 October 2014

Who's Online

Perusahaan Pengirim Bantah 122 Alumni SMK Sukabumi Hilang di Jepang
Tuesday, 15 March 2011

Jakarta - Direktur Utama PT Japan Economy Coorporation (JIAEC) Wahyu Yuliarso menyangkal kabar soal hilangnya 122 siswa alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Sukabumi, Jawa Barat yang tengah berada di Jepang. Menurutnya 122 siswa yang tengah magang di Jepang itu saat ini dalam keadaan selamat.

 
“Untuk 122 siswa alumni SMK 1 Sukabumi, semua termasuk ke dalam 1.183 yang dinyatakan selamat, makanya kami bingung jika ada berita yang memberitahukan bahwa ke 122 siswa itu dinyatakan hilang,” paparnya saat dihubungi www.today.co.id, Senin (14/3/2011).
 
Wahyu juga meminta agar berita yang menyebut 122 siswa tersebut hilang untuk diralat. “Dari total 1.186 orang yang bekerja di Jepang, sudah termasuk 122 siswa yang kami berangkatkan ke Sukabumi, dan tiga siswa yang hilang bukan dari SMK satu Sukabumi, melainkan dari SMK Cibadak, Sukabumi, jadi jika ada berita yang menyebut tentang 122 siswa hilang tolong diralat,” ujarnya.
 
Ia menjelaskan, keberangkatan dan lama bekerja ke-122 siswa alumni SMK 1 Sukabumi tersebut dilakukan secara berkala. "Keberangkatannya dilakukan secara berkala jadi tidak langsung sebanyak 122 alumni. Lama bekerja di Jepang rata-rata selama 3 tahun," ungkapnya.
 
Menurutnya, ke-122 alumni SMK 1 Sukabumi tersebut tidak pernah bekerja di Miyagi, Jepang, sehingga tidak ada korban jiwa dari 122 alumni tersebut.
 
Sebelumnya, Kementerian luar Negeri (Kemlu) menyatakan pihaknya akan menelusuri keberadaan 122 siswa alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 1 Sukabumi, Jawa Barat di Jepang yang hingga kini belum jelas nasibnya. Menurut Juru Bicara Kemlu, Michael Tene, pihaknya telah melaporkan perihal hilangnya 122 siswa alumni SMK Sukabumi tersebut ke KBRI di Jepang berdasarkan informasi yang diperoleh dari www.today.co.id.
 
"Sudah kita teruskan berita dari Today ke pihak KBRI kita di Jepang, nanti mereka yang akan menindaklanjuti laporan tersebut, karena mereka yang memiliki akses di sana. Pihak Kemlu tentunya akan terus berkoordinasi dan melakukan pengecekan jika sudah ada hasilnya nanti," ungkap Michael kepada www.today.co.id, Senin (14/3/2011).
 
Michael menegaskan setiap laporan mengenai keberadaan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Jepang akan segera ditindaklanjuti dengan segera. "Semua informasi pasti akan kita tindak lanjuti dengan cepat. Terlebih jika informasi tersebut lengkap maka akan lebih cepat untuk ditemukan," sambungnya.
 
Seperti diketahui, Saat terjadi gempa dan tsunami, 122 alumni SMK itu tengah magang kerja di sejumlah perusahaan ternama di Jepang. Menurut Kepala Sekolah SMK 1 Kota Sukabumi, Wahyuto, 122 alumni SMK 1 Sukabumi itu diberangkatkan ke Jepang melalui perusahaan PT Japan Economy Corperation (JIAEC) yang beralamat di Jakarta Barat.
(dip/ftr)
 
sumber : today.co.id
 
Lost Contact 4 Hari, 80 Alumni SMKN 1 Sukabumi di Jepang Selamat
Tuesday, 15 March 2011

Bandung - Sebanyak 80 orang dari alumni SMKN 1 Sukabumi, Kota Sukabumi, Jawa Barat, yang sedang magang di sejumlah perusahaan di Jepang dinyatakan selamat. Pihak sekolah sempat hilang kontak sesaat setelah tsunami menerjang Jepang pada 11 Maret lalu.

Kepala Sekolah SMK 1 Sukabumi Wahyuto mengatakan kepastian 80 orang itu dalam kondisi selamat setelah pihak Japan Indonesian Assosiation for Economy Centre (JIAEC) mengabari pada Senin malam (14/3/2011). JIAEC adalah perusahaan yang memberangkatkan alumni SMK 1 Sukabumi magang di Jepang.

"Saya tadi malam atau magrib, mendapat kabar pihak JIAEC. Mereka menyampaikan melalui fax ke sekolah kalau 80 orang itu selamat," kata Wahyuto saat berbincang bersama detikbandung via ponsel, Selasa (15/3/2011).

Wahyuto juga mengklarafikasi soal data jumlah alumni yang dimuat di sejumlah media massa. Menurut ia berdasarkan catatan JIEAC, alumni SMK1 Sukabumi yang saat ini magang terdata 80 orang.

"Yang 80 orang itu sudah sejak 2008 hingga kini magang pada beberapa perusahaan di Jepang. Jadi bukan 110 atau 122 orang. Sebab sebelum tsunami, 42 alumni yang magang sejak 2007 sudah pulang," ujar Wahyuto sambil menambahkan setiap pemberangkatan alumni yang magang itu dikontrak tiga tahun.

Setelah mendapat fax dari JIAEC, Wahyuto pun mencoba mengontak langsung beberapa alumni yang sedang magang itu. Kepada Wahyuto, mereka menyatakan dalam kondisi baik-baik saja.

"Di satu perusahaan itu ada dua sampai tiga orang yang magang. Tadi malam, saya kontak lima perusahaan. Dan saya bicara dengan beberapa orang-orang yang magang itu. Mereka selamat. Saat ini posisi mereka berpencar, antara lain di Osaka dan Tokyo," paparnya.

Dia menambahkan, program magang bagi alumni SMK 1 Sukabumi bekerjasama dengan JIAEC itu sudah berlangsung sejak 2003.
(bbn/ern)

sumber : bandung.detik.com

 
<< Awal < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 11 - 12 Dari 12
 
PT. JIAEC © 2014